Description
Buku ini sarat dengan inspirasi dan motivasi. Di dalamnya, disuguhkanlah kepada pembaca tentang: bagaimana kisah anak-anak belia, bahkan balita, yang akhirnya berhasil menjadi hafizh Al-Qur’an. Juga tentang kisah keberhasilan para kakek dan nenek serta orang-orang berkebutuhan khusus menjadi penghafal Al-Qur’an. Dibahas pula keutamaan- keutamaan pengahafal Al-Qur’an serta berbagai keajaiban yang dialami oleh mereka. Di antara sosok para penjaga wahyu yang diulas dalam buku ini adalah Tabarak dan Yazid Tamamuddin, kakak beradik yang berhasil menjadi hafizh ketika masing-masing dari keduanya baru berusia 4,5 tahun. Syaikh Dr Abdullah Bashfar, seorang qari’ ternama dan Ketua Umum Lembaga Internasional untuk Tahfizhul Qur’anil Karim, yang mewisuda Tabarak, setelah melalui ujian dan lulus menjadi hafizh paling belia. Pada tahun berikutnya giliran sang adik kandungnya, Yazid Tamamuddin, yang diwisuda sebagai hafizh dalam usia yang sama dengan kakaknya. Keduanya pun digelari sebagai hafizh paling belia sedunia versi lembaga tersebut. Gelar sebelumnya dipegang oleh Muhammad Ayyub dari Tajikistan, yang menjadi hafizh dan diwisuda saat berusia 5 tahun serta menjadi juara dalam musabaqah (lomba) hafalan Al-Qur??A???a?sA???a?zA?an sedunia. Sosok lain yang ditampilkan adalah A bdullah Fadhil Asy-Syaqaq, si hafizh belia yang sudah dianugerahi gelar doktoral oleh The Islamic Civilization Open University Lebanon ketika baru berusia 7 tahun. Juga Abdurrahman Al-Fiqqi, seorang anak tuna netra yang hafizh Alquran dengan cara mendengar, hingga kisah Abdurrahman Farih, bocah berusia 3,5 tahun dari Aljazair yang luar biasa. Lika-liku para bocah brilian itu ditampilkan dengan begitu menarik dalam buku ini, yang bisa membuat kita tertegun dan terkagum. Juga terinspirasi untuk lebih dekat dengan Kalam Ilahi. Setidaknya untuk tekun membacanya, dan bahkan menghafalkannya, sekalipun hanya sebagian surat atau juznya. Syukur-syukur menghafalkan keseluruhannya, 30 juz.




Recent Comments