Agama-Agama Dunia: Hinduisme, Yudaisme, Buddhisme, Kristianitas, Islam, Sikhisme, Konfusianisme, Taoisme, Zoroastrianisme, Shintoisme, Kepercayaan Baha’i

Pengarang : Michael Keene
Penerbit : Kanisius
Call Number : 200/KEE/a/c.i

Category:

Description

Benarkah agama sering kali dijadikan alasan untuk berbuat kekerasan? Tidakkah pesan agama itu sampai dalam hati manusia? Masihkah agama mempunyai peran dan makna signifikan di zaman yang semakin sekuler seperti sekarang? PADA dasarnya suatu agama mengkonstruksikan serangkaian gagasan, nilai, dan norma yang harus (wajib) diyakini dan dipraktekkan oleh umatnya. Ketiga unsur tersebut merupakan pengetahuan dalam kesadaran manusia yang berfungsi sebagai alat untuk menafsirkan dunia kehidupannya, sehingga apa yang tampak dalam realitas obyektif menjadi suatu yang integral dan benar-benar menjadi realitas built in dalam kesadaran subyektifnya. Agama adalah semesta makna, meminjam istilahnya Berger, kekuatan yang ikut mengkonstruksikan kesadaran dan pengetahuan manusia sehingga sesuai dengan isi kandungan nilai dan norma ajaran agama tersebut. Selain itu, secara obyektif agama juga mengkonstruksikan kesada- ran dalam diri manusia, yang merupakan sisi subyektif dari nilai dan norma agama, ke dalam bentuknya yang obyektif, yang terlepas dari eksistensi manusia. Dalam bentuknya yang obyektif ini, nilai, norma, dan segala gagasan yang ada dalam suatu agama mewujudkan dirinya dalam bentuk lembaga-lembaga social berkeadilan.